KECELAKAAN RADIASI YANG PERNAH TERJADI DAN UPAYA KESELAMATAN RADIASI

Sejumlah kecelakaan radiasi yang menyangkut pealatan radioterapi telah terjadi di berbagai negara di dunia, 2 (dua) di antaranya terjadi di Indonesia. Kecelakaan tersebut antara lain :
1. Di Meksiko pada tahun 1983, dengan sumber radiasi Co-60
• Tidak ada korban manusia, tapi potongan Co-60 tersebar menyebab-kan kontaminasi pada logam campuran
2. Di Brazil pada tahun 1987, dengan sumber radiasi Cs-137
• 4 orang meninggal karena dosis yang tinggi, 249 orang terkontaminasi
3. Di Spanyol pada tahun 1990, dengan sumber radiasi LINAC
• 11 orang meninggal karena mendapat dosis berlebih
4. Di Costa Rica pada tahun 1996, dengan sumber radiasi Co-60
• 13 orang meninggal karena radiasi
5. Di Thailand pada tahun 2000, dengan sumber Co-60
• 3 orang meninggal karena mendapat dosis tinggi
6. Di Mesir pada tahun 2000, dengan sumber bekas Ra-226
• 3 orang meninggal
7. Di Indonesia pada tahun 1998, dengan sumber radiasi LINAC
• 1 orang meninggal karena dosis tinggi
8. Di Indonesia pada tahun 2000, dengan sumber radiasi Cs-137
• Tidak ada korban manusia, sumber dapat dikembalikan ke wadahnya
9. Di Panama pada tahun 2001, dengan sumber radiasi Co-60
• 8 orang meninggal, 20 orang lainnya dalam keadaan kritis.

Kecelakaan radiasi tersebut terjadi karena beberapa hal seperti :

1. Sumber radiasi bekas tidak dikelola dengan semestinya sehingga luput dari pengawasan
2. Keluaran radiasi tidak dikalibrasi dengan semestinya
3. Perawatan alat tidak dilakukan dengan baik
4. Tidak mengikuti prosedur kerja
5. Tidak menggunakan alat monitor radiasi
6. Alat monitor radiasi tidak berfungsi

UPAYA KESELAMATAN RADIASI
Untuk menjamin keselamatan dalam pelayanan radioterapi perlu dilaksanakan program jaminan kualitas yang meliputi prosedur klinis, fisika, teknis dan keselamatan radiasi. Prosedur klinis mencakup ketepatan pemberian dosis sesuai dengan resep yang diberikan dokter, prosedur penyinaran dan penanganan pasien, serta pencatatan semua dokumentasi yang berkaitan dengan penyinaran pasien. Prosedur fisika dan teknis mencakup kalibrasi, pengujian dan perawatan peralatan. Masalah keselamatan radiasi seperti pengamanan sumber radiasi, inventarisasi secara berkala, pemakaian alat pelindung, alat monitor dan survai radiasi. Pimpinan instalasi harus menunjuk seseorang sebagai Petugas Proteksi Radiasi yang bertanggung jawab tentang masalah keselamatan radiasi. Tugas-tugas harus diorganisasikan dengan jelas dan secara berkala diadakan pertemuan untuk mengevaluasi masalah keselamatan radiasi dan melakukan perbaikan berdasarkan pengalaman–pengalaman yang telah lalu.

Sumber:
Pusat Pengkajian Keselamatan Radiasi, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)
Jl. M.H. Thamrin No. 55, Lt. VI, Jakarta (10350)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s