PERLENGKAPAN INSTALASI RADIOTERAPI

Sebelum dilakukan proses pemilihan perlengkapan, tujuan dari pengobatan dengan menggunakan perlatan radioterapi harus terlebih dahulu dipahami dengan jelas untuk memastikan bahwa perlengkapan yang sedang dipertimbangkan memenuhi kebutuhan medis. Pemilihan perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan medis secara lokal disusun secara bersama-sama oleh dan menjadi tanggung jawab dokter spesialis onkologi radiasi dan ahli fisika medis. Pemilihan terhadap satu macam perlengkapan akan mempengaruhi atas pemilihan perlengkapan lain.
Dalam BSS-115 pasal II.13 disyaratkan bahwa perlengkapan yang terdiri atas generator radiasi dan yang berisi sumber radiasi terbungkus yang dibutuhkan untuk paparan medis baik diimpor maupun dibuat di dalam negeri pemanfaat harus:
a. sesuai dengan Standard Internasional Electrotechnical Commission (IEC) yang berlaku dan International Standard Organization (ISO) atau pedoman-pedoman lain yang dianggap setara; dan
b. spesifikasi unjuk kerja, instruksi operasi dan pemeliharaan, termasuk instruksi proteksi dan keselamatan, tersedia dalam bahasa utama dunia yang mudah dipahami oleh pengguna dan sesuai dengan pedoman IEC atau ISO berkenaan dengan dokumen yang menyertainya, dan informasi ini harus diterjemahkan dalam bahasa setempat apabila dibutuhkan. Pada saat peralatan yang dibuat dalam satu negara akan diekspor ke negara lainnya dengan bantuan IAEA, bukti-bukti dokumen (seperti salinan) dari pedoman nasional harus tersedia dengan penawaran harga untuk mengkaji apakah pedoman nasionalnya telah sesuai dengan pedoman ISO dan IEC.

Perlengkapan untuk Radioterapi Berkas Eksternal

Kebutuhan perlengkapan terapi radiasi berkas eksternal dibagi menjadi lima kategori, yaitu: simulasi, perencanaan pengobatan, pengobatan, jaminan kualitas, dan keselamatan radiasi.

1 Simulator

Simulator harus memenuhi persyaratan spesifikasi yang dijelaskan pada Tabel 2, Spesifikasi untuk Simulator Pengobatan. Informasi tambahan dapat dilihat pada laporan yang dipublikasikan oleh British Institute of Radiology

2 Perlengkapan perencanaan pengobatan

Perlengkapan perencanaan pengobatan harus memenuhi persyaratan pada Tabel 3, dan harus memenuhi persyaratan pengobatan radioterapi berkas eksternal yang telah ditentukan oleh tujuan klinis dari instansi yang bersangkutan.
Kalkulator yang telah diprogram atau komputer personal (PC) dapat digunakan untuk menghitung waktu pengobatan berdasarkan rencana pengobatan, dan kedalaman sumbu utama. Apabila PC tersedia, maka di dalamnya harus ada program aplikasi spreadsheet dan pengolah kata. Program spreadsheet dapat digunakan untuk mengembangkan program guna menghitung waktu pengobatan, menganalisis data mesin, dan meverifikasi kalkulasi komputer perencana pengobatan. Pengolah kata dapat digunakanuntuk menulis laporan, termasuk hasil uji penerimaan, pengukuran komisioning, kalibrasi, dan uji jaminan kualitas, serta pengukuran pasien secara in-vivo. Pengolah kata juga berguna untuk menulis catatan dosis dan kebijakan pengobatan dan prosedur yang diperlukan dalam program jaminan kualitas.
Perlengkapan pembuat kontur harus tersedia untuk membuat kontur pasien sebagai masukan untuk komputer perencana pengobatan. Perlengkapan pembuat kontur dapat berupa potongan plester dari Paris (Plaster of Paris strips), kawat solder timah, atau peralatan lain yang dirancang untuk proses pembuatan kontur pasien.

3 Unit teleterapi

Unit teletrapi yang menggunakan 60Co harus memenuhi persyaratan spesifikasi yang terdapat pada Tabel 4. Pedoman ini tidak mengatur ketentuan IAEA mengenai akselarator klinis.

4 Perlengkapan jaminan kulaitas

Sistem dosimetri ionometrik dan film harus tersedia untuk jaminan kulaitas (komisioning, kalibrasi, dan kendali kualitas) unit teleterapi. Sistem ini harus memenuhi persyaratan spesifikasi yang terdapat pada Tabel 5. Sistem ionometrik pun harus sesuai dengan spesifikasi yang telah diberikan oleh IAEA TRS-2775 atau TRS-3816 yang dalam dua tahun terakhir telah dikalibrasi di laboratorium pedoman yang terakreditasi. Perlengkapan tambahan pada Tabel 5 harus pula tersedia.

5 Perlengkapan keselamatan radiasi.

Instrumen-instrumen ini harus termasuk monitor radiasi area tipe power -failsafe dalam kamar pengobatan yang menggunakan sumber 60Co, surveymeter Geiger-Mueller dan kamar ionisasi berukuran besar.

Perlengkapan untuk Brakiterapi

Kebutuhan perlengkapan untuk brakiterapi dibagi ke dalam lima kategori utama, yaitu: pencitraan, perencanaan pengobatan, pengobatan, (termasuk perlengkapan afterloading, sumber radiasi, penyimpanan sumber, transportasi, dan aplikator), jaminan kualitas dan keselamatan radiasi, serta penanganan sumber.
Berikut ini adalah perbedaan dalam jenis brakiterapi, yaitu: brakiterapi LDR dengan manual afterloading, brakiterapi LDR dengan remote afterloading dan brakiterapi HDR dengan remote afterloading.

1 Peralatan pencitraan

Meskipun adalah mungkin untuk menetapkan dosis tumor pada beberapa aplikator brakiterapi tetap, perencanaan pengobatan individu lebih diinginkan untuk mengkaji dosis terhadap struktur normal kritis dalam semua kasus. Untuk perencanaan pengobatan, aplikator dan geometri sumber perlu dikonstruksi ulang.
Metode yang banyak digunakan adalah konstruksi ulang dengan cara sepasang radiograf ortogonal. Unit pesawat sinar-X yang dilengkapi dengan sistem fluoroskopi diperlukan dalam kamar operasi untuk memeriksa dan mengetahui posisi aplikator, kateter, dan apabila perlu, memposisikan ulang, sebelum pasien meninggalkan ruangan. Sebagai tambahan, lokalisasi sinar-X (sinar-X ortogonal atau stereo shift) yang diperlukan untuk tujuan kalkulasi dosis dapat pula menggunakan unit ini. Apabila kamar ini tidak memiliki sistem perlengkapan sinar-X, maka penggunaan simulator isocentric lebih disukai. Jika simulator tidak tersedia, pesawat sinar-X non-isocentric (diagnostik) dapat digunakan, tetapi struktur geometrik yang memuat fiducial markers (kadang-kadang disebut sebagai “kotak lokalisasi”) sering diperlukan untuk memperoleh atau meverifikasi parameter yang diperlukan untuk konstruksi ulang (faktor pembesaran dan sudut radiografi).
Untuk menggambarkan posisi sumber selama pengobatan, sumber dummy radio-opaque harus dimasukkan dalam aplikator atau dalam kateter ketika mengambil sinar-X lokalisasi.

2 Peralatan untuk perencanaan pengobatan

Dalam pemilihan sistem perencanaan pengobatan adalah penting untuk meverifikasi bahwa sistem dapat memenuhi kebutuhan pengobatan brakiterapi yang ditentukan oleh tujuan klinis. Sistem perencanaan pengobatan harus memenuhi rekomendasi Tabel 3 dan harus memenuhi kebutuhan pengobatan brakiterapi seperti yang ditentukan oleh tujuan klinis instansi.
Sebuah kalkulator yang dapat diprogram atau komputer pribadi (PC) dapat digunakan untuk menghitung waktu pengobatan dari resep pengobatan (prescription) berdasarkan pada rencana pengobatan. Jika PC tersedia, maka harus memuat program aplikasi spreadsheet dan pengolah kata. Spreadsheet dapat digunakan untuk mengembangkan program pemeliharaan suatu basis data persediaan sumber, peluruhan aktivitas sumber secara otomatis, untuk menghitung waktu pengobatan, dan untuk meverifikasi perhitungan komputer perencana pengobatan. Pengolah kata dapat digunakan untuk menulis laporan termasuk hasil uji penerimaan, pengukuran komisioning, kalibrasi dan uji jaminan kualitas, dan pengukuran in-vivo pasien. Pengolah kata juga berguna untuk menulis kebijakan dosimetri dan pengobatan, serta prosedur yang disyaratkan oleh PJK.

3 Peralatan pelaksanaan pengobatan

Keputusan untuk menggunakan suatu sistem remote afterloading dan bukan manual afterloading untuk brakiterapi LDR harus berdasarkan pada pertimbangan antara keuntungan dari remote afterloading (umumnya pengurangan paparan radiasi bagi personil rumah sakit) dan kerugiannya (nilai beli dan pemeliharaan, kerumitannya yang meningkat dan kemungkinan kurangnya dukungan teknis).
Begitu juga pemilihan antara brakiterapi LDR dan HDR harus berdasarkan pada pertimbangan situasi klinis lokal yang seksama. Keseimbangan ini amat bergantung pada tujuan klinis brakiterapi dan pada faktor lokal, seperti beban pasien, staf dan sumber daya yang tersedia. Pertimbangan yang lebih lanjut mengenai kedua cara tersebut diberikan pada Tabel 6.

Sumber LDR dan HDR harus disertai dengan sertifikat sumber yang menyatakan:
a. kekuatan sumber, terutama dalam bentuk referensi rata-rata Kerma udara (RAKR), contohnya: rata-rata kerma udara terhadap udara, di udara, pada jarak 1 m, dikoreksi untuk hamburan dan serapan udara (kuantitas ini dinyatakan dalam μGy h-1 pada 1 m, sesuai ICRU Laporan 38); dan
b. uji kendali kualitas yang diterapkan terhadap sumber.
Pemilihan aplikator bergantung pada aturan pengobatan dan harus sesuai dengan pilihan klinis ahli fisika medis.
Jika sumber LDR manual afterloading digunakan, tempat penyimpanan sumber harus diletakkan dalam kamar persiapan sumber. Persyaratan perisai harus memenuhi kriteria dalam BSS-115. Kontener pengangkut dibutuhkan untuk memindahkan sumber ke kamar pengobatan pasien.

3.1 Afterloading laju dosis rendah (LDR)

Brakiterapi LDR dapat dilakukan dengan unit afterloading secara manual atau dengan remote. Unit remote afterloading LDR harus memenuhi spesifikasi pada Tabel 7 dan Tabel 8.
Isotop yang banyak digunakan untuk Brakiterapi LDR adalah 137Cs, 125I, dan 192Ir. Sumber 137Cs dapat merupakan sumber garis (tabung kecil atau berbentuk jarum untuk aplikasi interstitial, tabung atau pellet berbentuk bola untuk aplikasi intracavitary. 125I tersedia dalam bentuk biji. Bentuk sumber LDR 192Ir dapat berbeda-beda, misalnya kabel dalam gulungan atau tertutup dalam kateter plastik, seperti pita (untaian biji-biji kecil berbentuk silinder, biasanya tertutup dalam kateter plastik) atau dalam bentuk yang dapat digunakan secara langsung untuk implan interstitial (contoh: hairpins).
Dalam memutuskan tipe sumber yang digunakan ketika memulai suatu program brakiterapi, masalah pembuangan sumber bekas harus dapat dipecahkan. Selain 137Cs, semua sumber brakiterapi mempunyai keterbatasan waktu penggunaan, karena peluruhan sumber-sumber tersebut mengakibatkan waktu pengobatan yang lebih lama, dan untuk sumber yang lebih tua ada peningkatan risiko atas kerusakan integritas sumber.

3.2 Unit remote afterloading laju dosis tinggi (HDR)

Unit remote afterloading laju dosis tinggi (HDR) harus memenuhi spesifikasi pada Tabel 9 dan Tabel 10. Untuk brakiterapi HDR, sumber 192Ir digunakan karena sumber dapat dibuat menyerupai kabel yang tipis dan fleksibel dan 192Ir mempunyai aktivitas jenis yang tinggi sehingga memungkinkan penggunaan sumber beraktivitas tinggi. Meskipun demikian, 192Ir mempunyai waktu paro yang singkat (sekitar 74 hari) yang sering memerlukan penggantian sumber. Sumber 192Ir dalam afterloading HDR harus diganti oleh pabrikan setiap 3 bulan.
Sumber 137Cs dan 60Co juga tersedia untuk pengobatan HDR, meskipun pegunaannya tidak seumum 192Ir.

4 Jaminan kualitas peralatan

Peralatan untuk dosimetri dan jaminan kualitas (kalibrasi dan kendali kualitas) harus sesuai dengan rekomendasi pada Tabel 11. Kalibrasi sistem ionometrik harus dilakukan pada laboratorium pedoman terakreditasi setiap 2 tahun. Jika tidak memungkinkan, direkomendasikan agar sumber brakiterapi terkalibrasi yang sama bentuknya dengan sumber yang digunakan secara klinis digunakan untuk mengkalibrasi sistem ionometrik. Untuk meverifikasi kalibrasi sumber dosis tinggi harus mempunyai suatu kamar ionisasi tipe sumur dengan kalibrasi yang mampu telusur ke laboratorium pedoman terakreditasi.
Untuk meverifikasi keseragaman sumber garis, autoradiografi film sering digunakan. Kemungkinan alternatif adalah menggunakan suatu detektor dengan bukaan kolimator yang sempit, lalu sumber garis dipindahkan ke atasnya untuk memperoleh pengukuran relatif dari kekuatan sumber linier. Jika autoradiografi digunakan, suatu densitometer harus tersedia. Untuk memastikan penempatan ulang sumber garis paralel terhadap film, alat bantu autografi dapat digunakan.
Jika afterloading HDR dengan sumber tunggal digunakan, maka verifikasi atas keakuratan mekanisme kabel pendorong sumber untuk memposisikan sumber wajib dilakukan. Mesin afterloading harus dilpenggaris.
Untuk remote afterloading laju dosis tinggi, fantom autoradiografi khusus telah dikembangkan untuk menggambarkan posisi sumber sebenarnya bersama-sama dengan fiducial marker yang disebabkan oleh hamburan pada tepi lembaran timbal. Penggunaan fantom tersebut bagi jaminan kualitas memiliki keuntungan bahwa posisi sumber sebenarnya yang diverifikasi dan bukannya posisi sumber dummy radio-opaque pada radiograf

engkapi dengan alat (“penggaris pemeriksa posisi sumber”) yang memungkinkan kabel sumber mendorong tanda kecil keluar sehingga posisinya dapat diukur sepanjang penggaris.
Untuk remote afterloading laju dosis tinggi, fantom autoradiografi khusus telah dikembangkan untuk menggambarkan posisi sumber sebenarnya bersama-sama dengan fiducial marker yang disebabkan oleh hamburan pada tepi lembaran timbal. Penggunaan fantom tersebut bagi jaminan kualitas memiliki keuntungan bahwa posisi sumber sebenarnya yang diverifikasi dan bukannya posisi sumber dummy radio-opaque pada radiograf

5 Peralatan untuk penanganan sumber dan keselamatan radiasi

Pertimbangan khusus untuk penanganan sumber hendaknya tersedia sesuai dengan rekomendasi yang diberikan pada Tabel 7 s/ d Tabel 11.
Pertimbangan khusus dalam penanganan sumber LDR meliputi:
a. kursi kerja dalam kamar persiapan sumber dilengkapi dengan blok-L (perisai kursi kerja) yang mempunyai kaca intip timbal.
b. kaca pembesar dan penerangan untuk inspeksi visual sumber.
c. manipulator sumber, seperti tang penjepit.
d. jika kabel iridium digunakan, tempat persiapan sumber diperlukan untuk memotong kabel sesuai dengan panjang yang disyaratkan dan menutupnya dalam plastik kateter.
e. jika kabel/biji iridium digunakan dengan panjang yang bervariasi, beberapa kontener penyimpan dibutuhkan untuk memungkinkan pengambilan sumber garis yang berbeda dengan mudah dan handal.
f. untuk melindungi personil selama sumber masuk dan keluar pada pasien dan selama perawatan pasien, disyaratkan perisai timbal yang dapat dipindahkan.
g. dosimeter jari.
Pertimbangan khusus untuk penanganan sumber HDR dalam kasus kegagalan unit afterloading meliputi:
a. kontener penyimpanan disediakan di kamar pengobatan sebagai kontener sumber darurat jika gagal menarik kembali sumber.
b. suatu manipulator remote.
c. suatu detektor GM yang terpasang pada tongkat untuk lokalisasi sumber.

.sumber : http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=konsep%20radioterapi&source=web&cd=9&ved=0CFIQFjAI&url=http%3A%2F%2Fwww.bapeten.go.id%2Fsjdih%2Fdownload.php%3Ffid%3D128&ei=O4LrTpy_Ko23rAeR4ZyJCQ&usg=AFQjCNFzrsIFATjEn2o53iv_aCUGN9iXKA&cad=rja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s