Setelah Anda diberitahu mengidap kanker, apa langkah selanjutnya?

Keterkejutan datang ke dalam ingatan di otak kami. Beberapa tahun kemudian, sebagian besar pasien bisa mengingat dengan jelas apa yang mereka rasakan ketika dokter pertama kali mengkonfirmasikan bahwa mereka mengidap kanker.

Orang-orang merespon diagnosis kanker secara berbeda. Beberapa orang berusaha untuk menyangkalnya. Beberapa orang marah. Saya ingat seorang wanita Caucasian yang marah kepada saya ketika saya memberitahunya bahwa dia mengidap kanker otak parah, yang dinamakan glioblastoma multiforme.

Dia terus berkata kepada saya bahwa dia sudah “menjalani hidup sehat” – makan banyak buah dan sayuran, berolah raga setiap hari dan minum banyak air”. Dia merasa bahwa semua dokternya (seorang ahli neurologi, ahli bedah saraf, ahli patologi, ahli radiologi, dan saya) tidak becus.

Ada beberapa orang yang bisa menerima kenyataan dan mulai fokus pada hal-hal yang perlu dilakukan. Saya ingat seorang pria, yang didiagnosis mengidap kanker kolon. Dia tersenyum pada istrinya dan berkata: “Benar bukan yang saya katakan!”

Ketika diberitahu bahwa Anda mengidap kanker, “JANGAN PANIK!” Dengarlah apa yang dikatakan dokter. Ajak teman atau keluarga untuk datang dan menemani Anda. Bersabarlah – bertanyalah sebanyak mungkin. Dokter akan sangat senang menghabiskan sebanyak mungkin waktu bersama Anda untuk membantu memahami apa yang perlu dilakukan.

Kanker jenis apakah itu?

Diagnosis harus selalu didukung dengan bukti jaringan kanker. Ini merupakan langkah yang penting, yang tidak boleh berjalan salah. Seorang ahli patologi yang baik bertanggung jawab tidak hanya untuk membuat diagnosis tapi juga menyediakan sebanyak mungkin informasi tentang jenis kanker. Sebagai contoh, pada kanker payudara, kami perlu tahu ukuran tumor dan jumlah kelenjar getah bening yang terlibat untuk mengetahui apakah ada risiko kanker akan kembali.

Jika diagnosis dipertanyakan, ulasan patologi oleh ahli patologi eksternal akan sangat berguna. Pasien (dan dokter) punya hak untuk meminta potongan dan irisan patologi untuk dikirimkan kepada ahli patologi lain untuk mengkonfirmasikan diagnosis.

Apa itu stadium kanker?

Semakin lanjut stadium kanker, semakin buruk gambaran keseluruhan bagi pasien. Kapan pun pasien dicurigai mengidap kanker, dia perlu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah kanker sudah menyebar. Sekarang, ada sejumlah penyelidikan radiologi yang bisa digunakan – film sinar-X yang biasa, ultrasonografi, computer-tomogram (CT scan), magnetic resonance imaging (MRI) dan nuclear imaging.

Mesin terbaru dan tercanggih untuk membantu diagnosis dan menentukan stadium kanker adalah scan PET-CT (positron emission tomogram). Perbedaan besar antara scan PET-CT dan semua teknik scan yang lain adalah teknik ini menggabungkan scan metabolik dengan scan anatomi. Dalam scan PET-CT, jumlah radioaktif yang sangat kecil yang dinamakan glukose disuntikkan ke dalam aliran darah.

Kanker serupa seperti gula. Dengan demikian, glukosa seharusnya akan ditangkap oleh sel kanker dan zat radioaktif akan “menyala” untuk mengidentifikasi lokasi, ukuran, dan aktivitas kanker. Bagian CT dari PET membuat kita bisa menentukan posisi kanker secara akurat. Scan PET-CT sudah membantu kami mengurangi pembedahan yang tidak diperlukan karena jenis scan ini mampu mendeteksi kanker yang sudah menyebar, yang tidak mungkin terlewat oleh scan yang lain.

Ada laporan penelitian yang mengusulkan bahwa pasien harus menjalani scan PET-CT terlebih dahulu sebelum pembedahan kanker paru-paru dilaksanakan. Metode ini sudah dikenal bisa menurunkan “pembedahan sia-sia” (pembedahan yang tidak perlu dilakukan) sampai setengahnya pada pasien kanker paru-paru.

Bagaimana kanker harus diobati?

Tiga cara utama untuk mengobati kanker adalah melalui pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Agar pasien kanker sembuh, kami harus mengangkat kanker dan memastikan kanker tersebut tidak akan pernah kembali lagi. Jadi, untuk mencapai “kesembuhan” berarti kanker tidak boleh muncul kembali di lokasi yang sama dan di daerah sekitarnya (tidak ada kemunculan baik lokal maupun regional) dan tidak ada kemunculan kembali di tempat yang jauh (tidak ada kekambuhan sistemik).

Pembedahan dan radioterapi bekerja sama untuk memastikan bahwa lokasi lokal “telah sepenuhnya steril”. Pembedahan harus bersifat agresif untuk memastikan agar semua kanker yang terlihat terangkat semuanya. Radioterapi ditambahkan untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tertinggal di daerah tersebut.

Kemoterapi berbeda karena kemoterapi membunuh sel kanker, yang mungkin sudah berpindah dari lokasi lokal dan “bersembunyi” di bagian lain tubuh seperti tulang, hati, atau paru-paru. Sel mikroskopik ini terlalu kecil dan tidak bisa dideteksi oleh semua modalitas gambar/scan. Kemoterapi bisa dilakukan secara oral (ditelan) atau disuntikkan ke dalam aliran darah dan ditangkap oleh sel kanker untuk mencegah penyebaran selanjutnya (metastasis).

Pusat kanker di Singapura mengumpulkan para ahli dari berbagai bidang untuk menawarkan perawatan kanker multi-disiplin bagi pasiennya. Sebagai contoh, seorang pasien dengan kanker rektum stadium III punya 50-75 persen kemungkinan kanker akan muncul kembali meskipun kanker sudah berhasil diangkat. Dengan menambahkan kemoterapi dan radiasi, kemungkinan kemunculan lokal dan kemunculan yang jauh dari lokasi awal bisa dikurangi sampai 25 persen.

Apakah pendapat kedua diperlukan?

Semuanya tergantung pada seberapa yakin Anda dengan dokter Anda. Jika Anda ingin pendapat kedua, coba pertimbangkan untuk pergi ke fasilitas yang menawarkan perawatan kanker multi-disiplin.

Pendapat kedua bisa menjadi sangat penting karena dokter spesialis bisa memiliki cara pengobatan yang lebih mereka sukai.

Sebagai contoh, ada seorang wanita berusia 78 tahun, yang menderita kanker di pita suaranya. Dia dianjurkan untuk menjalani pembedahan yang akan mengangkat pita suaranya, yang merupakan pilihan pengobatan kanker yang bisa diterima. Tapi, dia berkata dia lebih baik mati ketimbang kehilangan suaranya. Dia tidak akan bisa berbicara dan berbicara merupakan cara utama berkomunikasi. Jadi, kami memikirkan rencana lain yang tidak akan mengakibatkan dia kehilangan pita suaranya, dan dia bahagia.

Sumber:
Diambil dari artikel Dr Ang Peng Tiam http://www.parkwaycancercentre.com/bahasa-indonesia/mind-your-body/article/144

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s