Kanker Anus

DEFINISI
Kanker anal adalah kanker yang berkembang di anus atau permukaan dubur. Pembedaan Anus dengan rectum sering kali memunculkan kebingungan, anus terletak beberapa inci pada bagian akhir usus, sedangkan rectum terletak setelah anus yang merupakan tempat keluarnya feses
Anal kanker adalah jenis kanker yang muncul dari anus, lubang distal sistem pencernaan. Itu adalah sebuah entitas yang berbeda dari kanker kolorektal lebih umum.
Etiologi, faktor-faktor risiko, perkembangan klinis, pementasan, dan perawatan yang semua berbeda.
Anal kanker adalah biasanya karsinoma sel skuamosa yang muncul dekat persimpangan squamocolumnar.
American Cancer Society memperkirakan bahwa tahun 2009 tentang 5,290 kasus kanker anal akan didiagnosis di Amerika Serikat (sekitar 3.000 pada wanita) dan 2.000 pada pria.
Anal Pap smear mirip dengan yang digunakan di Skrining Kanker Serviks telah dipelajari untuk deteksi dini kanker anal pada individu yang berisiko tinggi.
Sejak banyak, jika tidak sebagian besar, kanker anal berasal dari human papillomavirus infeksi, dan karena Vaksin HPV mencegah infeksi oleh beberapa jenis virus dan telah terbukti mengurangi lesi yang berpotensi precancerous, ilmuwan menduga bahwa vaksinasi HPV mungkin mengurangi anal kanker.
Seperti bagian lain dari tubuh, anus juga rentan terhadap infeksi dan penyakit, salah satunya adalah kanker anal.
• Faktor risiko untuk kanker anus adalah penyakit tertentu yang ditularkan secara seksual.
• Berdarah dengan buang air besar, rasa sakit, dan kadang-kadang gatal seputar dubur adalah gejala khas.
• Pemeriksaan manual dan biopsi dilakukan untuk mencek diagnosa.
• Pengobatan mungkin diperlukan baik pembedahan saja atau kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi atau terapi radiasi dan pembedahan.
Kanker anus timbul pada sel kulit dengan segera di seputar dubur atau di garis sepanjang daerah peralihan antara dubur dan rektum (kanal anal).Tidak seperti di dubur dan usus besar, pada kanker yang mana selalu adenocarcinoma, kanker anal terutama merupakan carcinoma sel squamous.

Kanker anal terjadi sekitar di atas 4.000 orang di Amerika Serikat setiap tahun. Kanker anal hampir dua kali sering terjadi pada wanita. Penyebab kanker anal tak jelas, tetapi orang yang melakukan hubungan seks secara anal meningkatkan risiko, seperti orang yang mempunyai infeksi yang ditularkan secara seksual, khususnya human papillomavirus (HPV tipe 16) dan lymphogranuloma venereum.
Penyebab Kanker Anal dan Faktor Risiko
• Merokok
• infeksi virus HPV
• hubungan seks melalui anus
• luka disekitar atau didalam anus (fistula)
• berganti-ganti pasangan seksual
• Umur lebih dari 50 tahun
• Terjadi peradangan yang sering pada dubur
GEJALA
Gejala kanker dubur tidak unik, gejala yang muncul bisa jadi hanya seperti wasir. Meskipun kanker dubur relatif sederhana didiagnosa, namun seringkali diagnosis yang dilakukan terlambat.
Gejala kanker dubur termasuk:
• benjolan atau tonjolan yang terletak dekat anus
• kembung dan perubahan dalam kebiasaan usus,
• perdarahan dubur atau perdarahan selama buang air besar
• gangguan saat buang air besar
• nyeri di dalam atau sekitar anus
• rasa gatal di sekitar atau di dalam anus
• perubahan dalam kebiasaan buang air besar, seperti sembelit, diare dan penipisan tinja
• Perempuan mungkin mengalami sakit punggung bawah karena untuk tekanan tumor terhadap vagina, dan kekeringan vagina

Orang dengan kanker anal sering mengalami pendarahan sewaktu buanga ir besar, rasa sakit, dan kadang-kadang gatal seputar dubur. Sekitar 25% dari orang dengan kanker anal tidak mempunyai gejala. Dalam keadaan ini, kanker ditemukan hanya selama pemeriksaan rutin.

Gejala kanker anal meliputi Perempuan mungkin mengalami sakit punggung bawah karena untuk tekanan tumor terhadap vagina, dan kekeringan vagina.
DIAGNOSA
Untuk mendiagnosa kanker anal, seorang dokter terlebih dulu memeriksa kulit seputar dubur untuk kelainan apa pun. Dengan tangan bersarung, dokter memeriksa dubur dan rectum bawah, memriksa untuk bagian lapisan yang mana pun yang dirasa berbeda dari area sekelilingnya. Dokter kemudian mengambil sampel kertas tisu dari area yang abnormal dan memeriksanya di bawah mikroskop (melakukan biopsi).
PENGOBATAN
da tiga metode utama pengobatan kanker dubur: terapi radiasi, kemoterapi dan pembedahan.
Terapi Radiasi. Terapi radiasi menggunakan energy radiasi tingkat tinggi jenis tertentu untuk mengecilkan tumor atau menghilangkan sel-sel kanker. Terapi radiasi bekerja dengan cara merusak DNA sel kanker dan membuat sel kanker tidak dapat berkembang biak. Meskipun terapi radiasi dapat merusak sel-sel sehat di dekatnya, sel-sel kanker sangat sensitif terhadap radiasi dan biasanya mati ketika diobati. Sel-sel sehat yang rusak selama radiasi akan pulih kembali. Dua jenis utama terapi radiasi adalah radiasi eksternal dan internal, atau disebut juga “brachytherapy.” Radiasi eksternal jauh lebih umum daripada radiasi internal dalam mengobati kanker dubur.
Kemoterapi. Kemoterapi dapat dilakukan untuk terapi kanker dubur dan terkadang dibutuhkan kombinasi dengan terapi radiasi. Obat Kemoterapi bekerja dengan menghmbuhan sel-sel kanker yang pembelahannya sangat cepat, namun ada beberpa sel normal yang juga memiliki sifat membelah sangat cepat juga seperti sel-sel folikel rambut dan tentu saja kemoterapi juga mempengaruhi sel-sel ini. Oleh karena itulah pada orang yang menjalani kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut. Namun kerontokan ini akan segera pulih manakala kemoterapi sudah selesai.
Bedah. Pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor, metode ini merupakan yang paling umum untuk mengobati kanker dubur namun pada beberapa orang metode ini masih menjadi pertimbangan. Operasi juga dapat dikombinasi dengan terapi radiasi dan atau kemoterapi. Hal ini dilakukan agar pengobatan memberikan hasil yang lebih optimal.
Terapi radiasi yang digabungkan dengan kemoterapi mungkin dipakai lebih baik daripada atau ditambahkan pembedahan. Pembedahan saja merupakan pengobatan yang memuaskan, walaupun dokter harus hati-hati untuk tidak mengganggu fungsi otot lingkar yang menjaga dubur agar tetap ditutup sampai orang buang air besar (anal sphincter), yang dapat menyebabkan kehilangan kontrol terhadap buang air besar (sukar menahan hajat). Kombinasi radiasi dengan kemoterapi, atau radiasi dengan pembedahan, menyembuhkan banyak kanker anal, dengan 70% atau lebih banyak orang yang hidup terus lebih dari 5 tahun. Pembedahan yang lebih menyeluruh kadang-kadang diperlukan jika hasil peninjauan biopsi yang dilakukan setelah pengobatan pertama menunjukkan kambuhnya kanker.
Anal Pencegahan Kanker
Karena kita tidak bisa menjelaskan apa sebenarnya penyebab kanker dubur, pencegahan agak sulit dilakukan. Cara terbaik yang harus dilakukan adalah dengan menurunkan factor resioko kanker anal. Tips untuk membantu mengurangi risiko kanker dubur termasuk:
• Menggunakan kondom selama hubungan seksual. Mengenakan kondom dapat memberikan perlindungan terhadap HPV. Meskipun kondom tidak memberikan perlindungan 100% terhadap HPV, Anda akan jauh lebih aman memakainya daripada tidak sama sekali.
• Tidak ganti-ganti pasangan seksual. Jika anda memiliki lebih banyak pasangan seksual maka resiko peningkatan resiko terinfeksi HPV juga semakin tinggi.
• Menghindari hubungan seks lewat dubur. Hubungan seks melalui dubur meningkatkan faktor risiko kanker dubur pada pria dan wanita.
• Berhenti merokok. Menurut American Cancer Society, perokok 4 kali lebih mungkin terkena kanker dubur dibanding bukan perokok. Merokok juga menjadi factor resiko untuk jenis-jenis kanker lainnya.
Dengan adanya vaksin HPV diharapkan dapat mengurangi kasus kanker dubur, tetapi sampai saat ini belum ada penelitian yang mengkonfirmasi hasilnya. Gardasil, salah satu vaksin yang disetujui FDA saat ini, tersedia untuk wanita usia 9 sampai 26 tahun. Hal ini memberikan perlindungan terhadap dua jenis HPV yang diketahui menyebabkan kanker serviks pada wanita dan dua strain yang menyebabkan kutil kelamin. Karena jenis HPV mungkin berhubungan dengan perkembangan kanker dubur, pemberian vaksin dapat memberikan perlindungan. Beberapa penelitian sedang dilakukan untuk mempelajari manfaat vaksin HPV pada pria.

Sumber:
http://medicastore.com/penyakit/3314/Kanker_Anus.html 20 januari 2012 17.45
http://www.stikesyarsi.ac.id/index.php/artikel/78-kanker-anal.html 20 januari 2012 17.46

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s